Selasa, 14 Februari 2012

RIVER BOAT

di air berkelok arus

masih melambai jemari basah

dan deru napas memburu jeram berikutnya

mungkin engkau takkan mengukur kedalaman dasarnya

karena baju pelampung masih lekat di badan

tangan erat di sisi pegangan

setiap kecipaknya mendebarkan dada

DI BUNDARAN HI

kolam itu selalu menjaga kotamu, Jakarta
selagi lengang pagi dan kemacetan jalan raya
berhak menumpahkan rasa lapar dan dahaga

kau bilang setiap kolam patut dibangun
agar banjir tak menggenang di aspal jalan
dan orang harus memutarinya untuk kembali

ada banyak cerita di sana
tapi bukan yang diberitakan media
sebab tak semuanya ditampilkan dengan jelas

kalau mau engkau bisa berkunjung ke sana
kapan saja
dengan siapa yang engkau jumpai