Awal mula kehidupan
diterbangkan angin
dibakar matahari
dibasuh hujan
gugur daun tinggalkan ranting
membusuk kembali melapis bumi
tumbuh tunas baru
memburu udara
sampai kapan orang-orang berani merawatnya
hingga berharap dapat melihat bunga dan buahnya sempurna?
Minggu, 21 Februari 2010
Kamis, 11 Februari 2010
LUKISAN DI DINDING
Selalu menangkup tangan dan menebah
saat terngiang sayap penghisap lekat tubuhmu
terawang diri sendiri pada helaan napas yang tergagap
plak plek plok plak plek plok
berurutan mewarnai petak-petak dinding kamar
lumat tubuh dan darah
plak plek plok plak plek plok
merebak sapuan jemari penuh dendam
sampai tak terasa lagi gigitan tembus di kulit
dalam pesta lukisan dinding keseharian ini.
saat terngiang sayap penghisap lekat tubuhmu
terawang diri sendiri pada helaan napas yang tergagap
plak plek plok plak plek plok
berurutan mewarnai petak-petak dinding kamar
lumat tubuh dan darah
plak plek plok plak plek plok
merebak sapuan jemari penuh dendam
sampai tak terasa lagi gigitan tembus di kulit
dalam pesta lukisan dinding keseharian ini.
Senin, 08 Februari 2010
BUKAN PETUALANG
Negeriku yang rimba
menutup wajah bencana
tak bergelak
tak sembilu
tak surut
Kerling fajar
meneteskan embun dahaga kita
di atas kabut ini
debar hati sangat dipaksakan
sembunyi
Kalau nyalimu tak menyala
tentu banyak perjalanan tertunda
dan itu dekat dengan kecemasan
untuk segera bercerita kembali
pada langit yang sama
menutup wajah bencana
tak bergelak
tak sembilu
tak surut
Kerling fajar
meneteskan embun dahaga kita
di atas kabut ini
debar hati sangat dipaksakan
sembunyi
Kalau nyalimu tak menyala
tentu banyak perjalanan tertunda
dan itu dekat dengan kecemasan
untuk segera bercerita kembali
pada langit yang sama
Langganan:
Komentar (Atom)