Sebilah pisau takkan mampu menawar kesunyian,
batu asahan berkejapan pada dendam sembilu
nadi yang biasa berdenyut dalam aliran darah mudamu
menyisakan ruang gelisah dan ketakutan di jalan pulang
Minggu, 11 Juni 2017
RAMBUT YANG MEMUTIH
Pada usia rata-rata tak setiap orang tahu batas
bahkan tak perlu mewarnainya
lelaki atau perempuan merawatnya dengan penuh
bahkan tak perlu mewarnainya
lelaki atau perempuan merawatnya dengan penuh
WAKTU SESAK
Tak ada bunyi saat burung bernyanyi
tak ada desis saat cakap berlapis
pada hari dan bulan dewa begini
Semua berjalan dalam diam
semua merangkak dalam sesak
pada musim dan cuaca raya begini
Mengapa gugus awan di atas itu berwarna kehitaman?
sebegitu beratkah musim telah menyalakan hujan
Kita tak pernah menakar kadar garam di pantai
dengan keringat meski angin mengabarkan derita
karang ombak dan gelora laut yang maha ganas
Begitu pula sampah berserak sepanjang jalan hidup
terbuang dengan serapah ilalang ditimbun tanah merah
Apa yang kau jawab pun aku tak tahu
kalaupun tahu aku tidak ingin lebih tahu
karena jawaban itu milikmu sendiri
Percakapan hatimu pada angin dan matahari
kecuali engkau menentangnya
percayakan langkahmu pada kaki dan mata saja
sebab jarak pandang tak selalu luas
Angin sesiapa membawa siang dan malam
langkah siapa tak henti karena matahari
Kalidoni
tak ada desis saat cakap berlapis
pada hari dan bulan dewa begini
Semua berjalan dalam diam
semua merangkak dalam sesak
pada musim dan cuaca raya begini
Mengapa gugus awan di atas itu berwarna kehitaman?
sebegitu beratkah musim telah menyalakan hujan
Kita tak pernah menakar kadar garam di pantai
dengan keringat meski angin mengabarkan derita
karang ombak dan gelora laut yang maha ganas
Begitu pula sampah berserak sepanjang jalan hidup
terbuang dengan serapah ilalang ditimbun tanah merah
Apa yang kau jawab pun aku tak tahu
kalaupun tahu aku tidak ingin lebih tahu
karena jawaban itu milikmu sendiri
Percakapan hatimu pada angin dan matahari
kecuali engkau menentangnya
percayakan langkahmu pada kaki dan mata saja
sebab jarak pandang tak selalu luas
Angin sesiapa membawa siang dan malam
langkah siapa tak henti karena matahari
Kalidoni
Minggu, 05 Maret 2017
FOTOMORGANA
Seharusnya foto mampu bercerita sendiri
tanpa harus mengingat kembali waktu,
ruang tajam,
komposisi,
kontras warna, dan bingkai gambar
menandai kehadiran kita di sini.
Peristiwa demi peristiwa menggeser percakapan
antara bisik dan keluh,
mungkin sama sekali tak penting untuk diperdebatkan,
tapi bicara selalu kita dengar tanpa harus menunggu.
Dengan hanya menunjuk di mana engkau duduk atau berdiri,
pemandangan itu tertata sedemikian hati dalam kenang yang bisu.
2017
tanpa harus mengingat kembali waktu,
ruang tajam,
komposisi,
kontras warna, dan bingkai gambar
menandai kehadiran kita di sini.
Peristiwa demi peristiwa menggeser percakapan
antara bisik dan keluh,
mungkin sama sekali tak penting untuk diperdebatkan,
tapi bicara selalu kita dengar tanpa harus menunggu.
Dengan hanya menunjuk di mana engkau duduk atau berdiri,
pemandangan itu tertata sedemikian hati dalam kenang yang bisu.
2017
Langganan:
Komentar (Atom)
