Senin, 16 Februari 2009

PONDOK DI GUNUNG

Pelataran yang melindungi angin dan dingin
menjadi persinggahan untuk kita berkemah
malam-malam kau cerita sebelum terlelap
di tangan terseduh secangkir kopi

Bukan pertama kau ceritakan perjalanan itu
tapi entah kenapa sering tergoda mendengarkan cerita yang sama
pada musim yang lelah dan kantuk
tapi udara di luar menggetarkan dingin yang semakin larut

Walau kaupejamkan mata sebisanya
geliat tubuhmu memburu nafas reda

Jumat, 06 Februari 2009

LENTERA

Pada musim yang kembali
dalam cahaya separuhbulan
di ketinggian terawang itu
langkah kita menyusur hujan

Api sisa pembakaran yang tersamar
kita kumpulkan dalam kuncup lentera
di tangan semakin keriput bara
beringsut dari ruang jiwa

mari berjalan
sebentar lagi gelap tak tertahankan
berlindung pada terpaan angin
memburu napas kita sampai ke dada

sebelum matahari mengintip di jendela
kita telah menyimpan api itu
untuk perjalanan berikutnya
yang tak tentu jauhnya.

Kersiktuo, Januari 2009