Harus kutempuh berdesak jalan dengan mata tajam sehabis gerimis dan tanah tak rata. Kau pasti tahu, orang memacu napas sambil menggerutu di SPBU di antara deretan debu dan bau keringat kesabaran.
Tak ada belas kasih. Semua berharap gilirannya segera tiba. Sedikit basa-basi dan selamat tinggal. Mesin dipanaskan, mata dipicingkan, tancap gas. Kemudi siap diarahkan pada kesemrawutan berkendara.
Jalan itu mengingatkan pada shelter-shelter yang menanti kedatangan kita kembali dengan beban derita dan tangis air mata dosa. Lorong gelap kefanaan. Ziarah batin harapan banyak orang.