Rabu, 06 April 2022

VIA CRUCIS, SUKOMORO


Harus kutempuh berdesak jalan dengan mata tajam sehabis gerimis dan tanah tak rata. Kau pasti tahu, orang memacu napas sambil menggerutu di SPBU di antara deretan debu dan bau keringat kesabaran.

Tak ada belas kasih. Semua berharap gilirannya segera tiba. Sedikit basa-basi dan selamat tinggal. Mesin dipanaskan, mata dipicingkan, tancap gas. Kemudi siap diarahkan pada kesemrawutan berkendara.

Jalan itu mengingatkan pada shelter-shelter yang menanti kedatangan kita kembali dengan beban derita dan tangis air mata dosa.  Lorong gelap kefanaan. Ziarah batin harapan banyak orang.

Kamis, 20 Januari 2022

SEGUMPAL KABUT

 Kembara udara siang itu

menyisakan segumpal kabut

di dadaku yang berlari

dengan telapak kaki terbakar


Di depan kabut itu

ratap tangis bayi dalam gendongan

setengah melorot dari napas ibu

membiarkan diri bertanya:

"Kenapa lari dari tanah gunung batu?"


Hujan menderas sesudah itu

tak ada perlindungan diam

dan rumah-rumah terkubur di langkah akhir


Alam telah menabuh canang-canang

berkelenengan suaranya menerobos sungai-sungai

pepohonan rapat celah bukit dan dinding tebing


air dan batu dibawanya serta

berkejaran dengan penghuni hutan suaka

rata-rata menutup harapan penduduk dusun di lembah

yang sejak semula hidupnya dilindung hujan.


                                                              Palembang, Januari 2022

Minggu, 02 Januari 2022

PADA SEBUAH PENANTIAN

 Milikmulah segala waktu,

awal dan akhir kesabaran dalam kesadaran,

mula dan kelanjutannya:

matahari, bulan, dan bintang-bintang

juga semesta.


Tanah-tanah mandi hujan yang keruh,

sungai-sungai membawanya sampai muara.

Rumah pekarangan tersapu pagar selokan mampet

gumpalan sampah warna-warna ikut membusuk 

hingga mengendap.


                                      Januari 2022