Bilakah engkau akan mencela jembatan
sengaja terbuat dari kayu-kayu pilihan
dan bukan batu semen bertulang
di antara kompleks perumahan yang dirancang serba modern
Masih terasa ngilu urat-urat itu
juga timbunan tanah yang semakin menghitam membesi
Bilakah engkau akan melewatinya kelak
walau tak pernah diresmikan pemakaiannya
dengan guntingan pita merah dan pesta kembang api
Masih teronggok serbuk gergajian di sisi jalan
juga balok kayu patah yang masih tersisa paku berkarat
mencuat tak mau berkata-kata lagi pada jejak kaki dalam bayangan musim lalu
Kamis, 09 Desember 2010
Minggu, 31 Oktober 2010
LEMBAH HUJAN

Senja beringsut di lereng gunung
langit tak menyiratkan perkabungan
di pelataran masih juga berdebat
kapan kita harus beranjak turun
Kepatuhan itu membawa angin suhu
dalam gulungan hujan debu vulkanik
menyapu rumah dan pelataran kita bermain
sekejap lalu terpanggang habis rata
Luluh nestapa kesetiaan penjaga
sujud dalam bilik pemahaman
persembahan pengabdian tak terbantahkan
di lembah hujan kedukaan bumi
Selasa, 19 Oktober 2010
DI BAGIAN CANDI BERUNDAK
Mengunjungi pelataranmu selalu ada keramahan angin auramu yang agung
dalam tiap bongkah undakan
menuju tingkap yang pengap bunyi
Lepas sejenak napas yang berdetak
dalam gaung panjang cerita di dinding
menuju ruang kosong persembahan
dalam tiap bongkah undakan
menuju tingkap yang pengap bunyi
Lepas sejenak napas yang berdetak
dalam gaung panjang cerita di dinding
menuju ruang kosong persembahan
Jumat, 24 September 2010
MENEPI JALAN
Jalan-jalan dibangun dengan pajak yang terkumpul
tak pernah mampu bertahan
sebagian terkelupas dan yang lain sengaja disayat
melingkar-lingkar melayang-layang berlapis-lapis
Sederetan mobil lewat berpengawal meniupkan peluit
seperti kejadian yang tak terduga
tamu pejabat, tamu kematian, atau razia rutin
lalu kita menepi memperlambat jalan
sebagai bentuk kepatuhan
tak pernah mampu bertahan
sebagian terkelupas dan yang lain sengaja disayat
melingkar-lingkar melayang-layang berlapis-lapis
Sederetan mobil lewat berpengawal meniupkan peluit
seperti kejadian yang tak terduga
tamu pejabat, tamu kematian, atau razia rutin
lalu kita menepi memperlambat jalan
sebagai bentuk kepatuhan
Sabtu, 04 September 2010
TANAH RUMPUT TANAH LAPANG
Segeralah berjingkat
pada kaki yang tegak tanah
getar angin membawa cahaya
di tengah mendung berkelebat lidah api liar-liar
tak usah kau hirau pada takut
apalagi kau pejam mata keduanya
mungkin saja gelegarnya tak sampai-sampai
dan kita berhitung lngkah cepat-cepat
di dalam kaki terbenam
butiran lumpur membasuh legam keriput
dan mata kaki pun telanjang
menemu batang terkulai tanah lapang
bawa saja rambutmu
yang basah mengucurkan dahaga
walau kamu sangsi akan tiba di tepi
hamparan lelah hamparan harapan di ujung hati
Sabtu, 17 Juli 2010
LARUT MALAM
Engkau pasti tak berharap udara bersembunyi di rimbun dedaunan menyelinap pada tangkup yang menggigil percakapan teman-teman peronda dalam seruput kopi kental buatan tadi sore emak sering meluangkan waktu mengantar ke sana dengan beberapa potong ubi rebus dan sedikit pesan: besok jangan lupa kembalikan gelas di samping luar pintu.
Engkau pasti tak berharap juga sungai di belakang rumah menggelegak saat semua penghuni kampung terlelap tidur karena tentu tak siap ketika alarm dibunyikan tanda evakuasi mendadak.
Bisikkanlah di jalan pulang bahwa pintu-pintu telah tertutup rapat sehingga tak terdengar derit kayu yang menggigil tanpa selimut
Kita memang bertugas jaga di luar rumah malam ini di antara kantuk dan denging nyamuk tetapi bulan yang mengerling di langit tinggal menyisakan bayang-bayang kabut
yang segera menjelma embun pagi
Engkau pasti tak berharap juga sungai di belakang rumah menggelegak saat semua penghuni kampung terlelap tidur karena tentu tak siap ketika alarm dibunyikan tanda evakuasi mendadak.
Bisikkanlah di jalan pulang bahwa pintu-pintu telah tertutup rapat sehingga tak terdengar derit kayu yang menggigil tanpa selimut
Kita memang bertugas jaga di luar rumah malam ini di antara kantuk dan denging nyamuk tetapi bulan yang mengerling di langit tinggal menyisakan bayang-bayang kabut
yang segera menjelma embun pagi
Minggu, 02 Mei 2010
GUNDAH
Menyusuri kesunyian dalam kesunyian
semakin samar makna kejujuran
yang kau wsriskan tanpa wasiat
Ada bekas kata sudah berkarat di dinding
sejajar bingkai cerita taman perjuangan
Berjam-jam percakapan kita soal waktu
rintik hujan tinggal menyisakan bongkah batu
semakin samar makna kejujuran
yang kau wsriskan tanpa wasiat
Ada bekas kata sudah berkarat di dinding
sejajar bingkai cerita taman perjuangan
Berjam-jam percakapan kita soal waktu
rintik hujan tinggal menyisakan bongkah batu
Minggu, 18 April 2010
LAGU TANAH
terus saja diperjualbelikan
petak demi petak
di luar dan di dalam persetujuan
siapa mengambil sebongkah
dengan atau tanpa perantara
meninggalkan perkara
dalam sekejap air menenggelamkan seluruh wajahmu
ke jurang tragedi memilukan
petak demi petak
di luar dan di dalam persetujuan
siapa mengambil sebongkah
dengan atau tanpa perantara
meninggalkan perkara
dalam sekejap air menenggelamkan seluruh wajahmu
ke jurang tragedi memilukan
Kamis, 15 April 2010
LAGU BANJIR
Ratap air yang meninggi
terasa membenamkan harap
tinggal lampu tak bertenaga
menghubungkan gang demi gang
Dengan mainan perahu yang dipegangnya
seorang anak menyeberang pagar berjingkat
nenek terbaring dalam genangan yang terlanjur datang
mungkin masih sempat mengeluh sebelum ajal menjemput, pikirnya
Langit yang tak ambil peduli lagi
tentang ramalan cuaca yang kumuh oleh polusi
dan keserakahan musim menggeser musim berikutnya
Tanah yang tak sanggup menyerap limpahan air
bergelimpangan ke lembah
dan air kekal mengalir ke sana
terasa membenamkan harap
tinggal lampu tak bertenaga
menghubungkan gang demi gang
Dengan mainan perahu yang dipegangnya
seorang anak menyeberang pagar berjingkat
nenek terbaring dalam genangan yang terlanjur datang
mungkin masih sempat mengeluh sebelum ajal menjemput, pikirnya
Langit yang tak ambil peduli lagi
tentang ramalan cuaca yang kumuh oleh polusi
dan keserakahan musim menggeser musim berikutnya
Tanah yang tak sanggup menyerap limpahan air
bergelimpangan ke lembah
dan air kekal mengalir ke sana
Rabu, 31 Maret 2010
LAGU HUJAN
Angin dahulu menyeret nada bisik
aroma daun dicampakkan ke pembuangan
jangan menangis rumahku karena musim yang sumbang
rintik ini telah dinotasikan
untuk dahaga kita
Senja tiba-tiba menunggu reda
bayangan yang tak usah diterjemahkan dalam birama
kelimpahan rasa di ujung langit kita
Dengarlah nyanyimu ke bumi
pada lembar-lembar komposisi
sebelum luruh di bait coda
aroma daun dicampakkan ke pembuangan
jangan menangis rumahku karena musim yang sumbang
rintik ini telah dinotasikan
untuk dahaga kita
Senja tiba-tiba menunggu reda
bayangan yang tak usah diterjemahkan dalam birama
kelimpahan rasa di ujung langit kita
Dengarlah nyanyimu ke bumi
pada lembar-lembar komposisi
sebelum luruh di bait coda
Minggu, 28 Maret 2010
GASING UDARA
Ke mana dan sampai di mana
perjalanan udara mengikuti cuaca
disaring embun dan daun-daun bersemi
dijatuhkan hujan ke tanah,
masuk ke pori-pori waktu
menjelma napasmu
digetarkan angin
berburu demo jalan raya
Pada orbit rotasinya sendiri
mengalir medan magnet
dari kutub ke kutub berlawanan
semakin jelas desisnya
semakin goyah lintasannya
dan merenungi diri
ketika terhempas syndrom putarannya.
perjalanan udara mengikuti cuaca
disaring embun dan daun-daun bersemi
dijatuhkan hujan ke tanah,
masuk ke pori-pori waktu
menjelma napasmu
digetarkan angin
berburu demo jalan raya
Pada orbit rotasinya sendiri
mengalir medan magnet
dari kutub ke kutub berlawanan
semakin jelas desisnya
semakin goyah lintasannya
dan merenungi diri
ketika terhempas syndrom putarannya.
Kamis, 25 Maret 2010
RUMAH SEPI
lengang
aktivitas tak berada pada kesibukan gerak
tetapi lebih dalam konsentrasi pikir
sesekali tatapmu bertanya sudah jam berapa
kerna masih banyak yang harus terjadi
di luar sana
angin yang menggetarkan ruang
menyusup ke pori-pori perlahan
kering keringat di punggungmu
sesekali kauusap wajahmu yang berangkat keriput
guratan meja masa pendidikan kita
dan lagu-lagu yang didendangkan di pita kaset
tak juga diperdengarkan selama engkau ada di sini
aktivitas tak berada pada kesibukan gerak
tetapi lebih dalam konsentrasi pikir
sesekali tatapmu bertanya sudah jam berapa
kerna masih banyak yang harus terjadi
di luar sana
angin yang menggetarkan ruang
menyusup ke pori-pori perlahan
kering keringat di punggungmu
sesekali kauusap wajahmu yang berangkat keriput
guratan meja masa pendidikan kita
dan lagu-lagu yang didendangkan di pita kaset
tak juga diperdengarkan selama engkau ada di sini
Kamis, 11 Maret 2010
SANGGAR PAMUJAN
Bersedeku pada tanah luka tangan mengatup jalan dada
berurai air mata keheningan
basuhlah napas selagi udara bertiup
datang dengan lambung yang sunyi
berurai air mata keheningan
basuhlah napas selagi udara bertiup
datang dengan lambung yang sunyi
Minggu, 21 Februari 2010
10 BARIS SAJAK
Awal mula kehidupan
diterbangkan angin
dibakar matahari
dibasuh hujan
gugur daun tinggalkan ranting
membusuk kembali melapis bumi
tumbuh tunas baru
memburu udara
sampai kapan orang-orang berani merawatnya
hingga berharap dapat melihat bunga dan buahnya sempurna?
diterbangkan angin
dibakar matahari
dibasuh hujan
gugur daun tinggalkan ranting
membusuk kembali melapis bumi
tumbuh tunas baru
memburu udara
sampai kapan orang-orang berani merawatnya
hingga berharap dapat melihat bunga dan buahnya sempurna?
Kamis, 11 Februari 2010
LUKISAN DI DINDING
Selalu menangkup tangan dan menebah
saat terngiang sayap penghisap lekat tubuhmu
terawang diri sendiri pada helaan napas yang tergagap
plak plek plok plak plek plok
berurutan mewarnai petak-petak dinding kamar
lumat tubuh dan darah
plak plek plok plak plek plok
merebak sapuan jemari penuh dendam
sampai tak terasa lagi gigitan tembus di kulit
dalam pesta lukisan dinding keseharian ini.
saat terngiang sayap penghisap lekat tubuhmu
terawang diri sendiri pada helaan napas yang tergagap
plak plek plok plak plek plok
berurutan mewarnai petak-petak dinding kamar
lumat tubuh dan darah
plak plek plok plak plek plok
merebak sapuan jemari penuh dendam
sampai tak terasa lagi gigitan tembus di kulit
dalam pesta lukisan dinding keseharian ini.
Senin, 08 Februari 2010
BUKAN PETUALANG
Negeriku yang rimba
menutup wajah bencana
tak bergelak
tak sembilu
tak surut
Kerling fajar
meneteskan embun dahaga kita
di atas kabut ini
debar hati sangat dipaksakan
sembunyi
Kalau nyalimu tak menyala
tentu banyak perjalanan tertunda
dan itu dekat dengan kecemasan
untuk segera bercerita kembali
pada langit yang sama
menutup wajah bencana
tak bergelak
tak sembilu
tak surut
Kerling fajar
meneteskan embun dahaga kita
di atas kabut ini
debar hati sangat dipaksakan
sembunyi
Kalau nyalimu tak menyala
tentu banyak perjalanan tertunda
dan itu dekat dengan kecemasan
untuk segera bercerita kembali
pada langit yang sama
Minggu, 24 Januari 2010
LUKA DADA TERPANAS
Seperti halnya luka
dibiarkan terbuka
agar cepat melihat cakrawala
dan mampu bicara tentang apa yang ia rasa
Seperti haknya dada
dibiarkannya menyimpan rahasia
agar sempat menimbang duka
dan mampu bicara tentang apa yang ia bawa
Seperti halnya terpanas
dibiarkannya meranggas
agar cepat memutus tetas
dan mampu bicara tentang apa yang ia retas
dibiarkan terbuka
agar cepat melihat cakrawala
dan mampu bicara tentang apa yang ia rasa
Seperti haknya dada
dibiarkannya menyimpan rahasia
agar sempat menimbang duka
dan mampu bicara tentang apa yang ia bawa
Seperti halnya terpanas
dibiarkannya meranggas
agar cepat memutus tetas
dan mampu bicara tentang apa yang ia retas
Minggu, 17 Januari 2010
GERHANA MATAHARI CINCIN
belum berkejap juga tatap mata
di antara teleskop tegak diagonal jendela hatimu
menunggu lintasan mendekati orbit
jangan silau memicingkan alis serta bulu lentik
bola liar yang sedang terbakar ratusan derajat
pada ruang galaksi jagad raya
kunang-kunang yang kaubimbing masuk dalam area samar-samar
mencari sendiri cahaya dari batas gelap
membawa energi murni ketajaman semesta
di antara teleskop tegak diagonal jendela hatimu
menunggu lintasan mendekati orbit
jangan silau memicingkan alis serta bulu lentik
bola liar yang sedang terbakar ratusan derajat
pada ruang galaksi jagad raya
kunang-kunang yang kaubimbing masuk dalam area samar-samar
mencari sendiri cahaya dari batas gelap
membawa energi murni ketajaman semesta
Langganan:
Komentar (Atom)