pada kaki yang tegak tanah
getar angin membawa cahaya
di tengah mendung berkelebat lidah api liar-liar
tak usah kau hirau pada takut
apalagi kau pejam mata keduanya
mungkin saja gelegarnya tak sampai-sampai
dan kita berhitung lngkah cepat-cepat
di dalam kaki terbenam
butiran lumpur membasuh legam keriput
dan mata kaki pun telanjang
menemu batang terkulai tanah lapang
bawa saja rambutmu
yang basah mengucurkan dahaga
walau kamu sangsi akan tiba di tepi
hamparan lelah hamparan harapan di ujung hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar