Sabtu, 08 Agustus 2020

PADA MUSIM PANDEMI (1)

 Sejak diumumkan, sejak diberitakan virus itu menyebar dari tempatnya berk0l0ni,

begitu sengit k0rban terhuyung di jalan, di sudut taman, dan di tempat-tempat 0rang berkumpul lainnya,

napasnya tersengal, lehernya tercekat, kepalanya berkunang-kunang sangat banyak,

langkah tak beraturan, dan harus dipapah menuju rumah penampungan, semakin penuh rumah sakit,

semakin bertambah tanah kubur digali.

Mula-mula disebut terpapar karena perjalanan turis, kemudian memburu 0rang dalam pengawasan, 0rang tanpa gejala, menyeberangi laut, lewat kapal-kapal pesiar, lewat penerbangan antar k0ta-k0ta besar negara antara benua besar ikut terjangkit dalam beberapa kejap merajalela, menimbulkan kepanikan bagi para manula, 0rang dengan bawaan penyakit sebelumnya, 


Sangat cepat berkembang biak, bertumbangan k0rban terus setiap hari. K0ta-k0ta lengang tak banyak seliweran kendaraan umum, kegiatan dihentikan. L0CKD0WN.

Pemerintah berkewajiban menjemput warga negaranya yang bekerja ke luar negeri, berduyun-duyun merapatkan infrmasi untuk didata, dikumpulkan, dan diarahkan sambil menanti kepastian.PULANG KAMPUNG.

 

Jumat, 28 Februari 2020

BATU-BATU TAKKAN MENGELUH

Batu-batu takkan mengeluh, meski legenda ada Batu menangis
karena batu-batu ditempa perjalanan sejarah panjang.
Mereka melewati masa, musim, dan cuaca
teronggok, terkikis waktu
terendam dan terlontar kembali
alami maupun rekayasa

Mengarungi peradaban yang purba,
menuruni tangga tradisi
menjelajahi dunia
terus diburu, terus sembunyi, dan terus terekskavasi
dalam relief, dalam patung-patung raksasa,
dan prasasti

menjelma candi, makara, sulur, menhir, dan sejumlah megalit yang anggun
harum gaharu, dupa sesaji bagi leluhur
dewa dewi sesembahan, yang dipuja-puji
sampai ke sang maha dewata
esa


Rabu, 12 Februari 2020

BERKUDA KE JALAN SUNYI

Jalan itu semakin lebar menuju sunyi,
ruasnya berpuluh jarak, tak berhenti barang sejenak pun,
suara-suara berlayar menyusuri gelombang,
di atas langit matahari menebarkan bara,
jiwanya menyala, sukmanya kembara.

Pada pohon yang tua, bergantung tangan yang panjang,
mengibaskan sunyi dari hari-hari panjang,
yang dipergunjingkan orang banyak,
tak sempat dipilah dan dipilih,
berserak di halaman.

Kuda-kuda itu berlari menuju sunyi,
dengan penunggang pacu sesepi angin,
sampai garis depan.

                     
                                         Februari 2020