Batu-batu takkan mengeluh, meski legenda ada Batu menangis
karena batu-batu ditempa perjalanan sejarah panjang.
Mereka melewati masa, musim, dan cuaca
teronggok, terkikis waktu
terendam dan terlontar kembali
alami maupun rekayasa
Mengarungi peradaban yang purba,
menuruni tangga tradisi
menjelajahi dunia
terus diburu, terus sembunyi, dan terus terekskavasi
dalam relief, dalam patung-patung raksasa,
dan prasasti
menjelma candi, makara, sulur, menhir, dan sejumlah megalit yang anggun
harum gaharu, dupa sesaji bagi leluhur
dewa dewi sesembahan, yang dipuja-puji
sampai ke sang maha dewata
esa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar