Rabu, 26 November 2008

TRIANGULASI

Pendakian itu berhenti di sini
pada triangulasi tertinggi yang dapat dicapai
semua dendam terjawab sudah
bahwa keputusasaan, dingin, nafas di dada
luruh pada bianglala

Memang, tak ada upacara dan pengalungan medali
kecuali cerita yang tersimpan sampai kita pulang
membawa keluh kesah sepanjang perjalanan
apakah sudah kapok untuk kali ini?

Kami yang mengalami sering bertanya:
Mengapa naik gunung?

Tapi, kami juga mengalami:
Kapan lagi ke sana?

Senin, 24 November 2008

OMBAK LAUT PARANG TRITIS

Mengunjungimu serasa menelusuri garis pantai
yang terus bergelora dalam cerita mitologi Jawa
orang-orang membawa sedekah laut lengkap dengan sesaji
dan pakaian upacara keraton

Mereka bersila mendengarkan ombakmu
menyalakan dupa wewangian di altar persembahan
sampai ada isyarat waktu dari tengah laut
dan labuhan harus dituntaskan

Gulungan air ke arah pantai
akan membawa aromamu kembali
berkeriap pada ujung kaki telanjang
dan gemerisik buih membasuh tanah basah

Selasa, 11 November 2008

DI PELATARAN CANDI

Jalan setapak itu mengantarmu ke pelataran
batu-batu tak bersusun
rongga pengap cerita lampau
samadi pada jari menyatu

Matahari sudah lama tidur
tapi engkau masih ingin menatapnya
saat udara bergetar
dan kabut samar-samar dalam pandangan

Lalu penunggang kuda yang gagah
turun menghampiri pintu
memburu bayangan

Sebelum menghilang
masih terbaca lambaian tangannya
peperangan belum selesai, Nyai

November 2008

Senin, 10 November 2008

JENDELA

Karena angin selalu berhembus ke rumah
debu halus pun menempel ke berbagai relung kayu dan lantai
sarang laba-laba ditinggalkan menggantung di sekitar lampu
seminggu dibersihkan akan kembali lagi

Mereka membawa percakapan di jalan
tentang harga sayur di pasar, kepenatan kerja di kantor,
dan berita-berita yang tak pernah memberi harapan baik
lalu ketika hujan itu datang
ia meninggalkan guratan di kaca

"Tolong, tutuplah jendela
jangan biarkan dingin memberimu demam berkepanjangan."
tapi udara tetap saja masuk lewat lubang angin yang kau biarkan menganga.

November2008