Pendakian itu berhenti di sini
pada triangulasi tertinggi yang dapat dicapai
semua dendam terjawab sudah
bahwa keputusasaan, dingin, nafas di dada
luruh pada bianglala
Memang, tak ada upacara dan pengalungan medali
kecuali cerita yang tersimpan sampai kita pulang
membawa keluh kesah sepanjang perjalanan
apakah sudah kapok untuk kali ini?
Kami yang mengalami sering bertanya:
Mengapa naik gunung?
Tapi, kami juga mengalami:
Kapan lagi ke sana?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar