Menarik garis-garis patah yang datang dari gumpalan awan
serasa ketukan tuts piano pada dawai lembut mengalun
gelora yang menggetarkan dinding-dinding nestapa
siapa tetap memandangi hujan yang pilu?
Kabut yang menebal pada kaca jendela
adalah bayangan air yang memantul tanpa pembiasan
akan berlubang jika kau usap
dan berubah jadi bayanganmu sendiri lewat sidik jari
Musim yang merintih dengan kilatan cahaya
berkejap air mata begitu menggigil
dan tanda-tanda reda tak terbaca
tenggelam dalam aliran nadimu, hujan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar