Dari pintu itu kau akan masuk
memandang ke segala depan sana
yang bisa terlihat karena cahaya
dari sumber aslinya
dari upaya sebenarnya
dan dari asal yang sama.
Palembang, 16 Mei 2025
Dari pintu itu kau akan masuk
memandang ke segala depan sana
yang bisa terlihat karena cahaya
dari sumber aslinya
dari upaya sebenarnya
dan dari asal yang sama.
Palembang, 16 Mei 2025
Fenomena lama di kota-kota ramai,
tentang kematian disengaja pada gang-gang remang,
tepi jalan sunyi, genangan hujan, dan suara air selokan.
putus akal pangkal kegaduhan setiap dentang lonceng malam
tinggal bisik merambati waktu dalam diskusi warung kopi.
Sajian di meja sewarna dengan gelapnya aroma kopi,
sruput hangat terdengar di bibir sambil berdesah:
"Orang-orang mengabarkan bisu di antara suara roda di jalanan,
meninggalkan gambar kosong," begitu katanya.
Kami terus waspada, mengikuti tanda
dan kicau burung di sangkar sejarah kelam.
Palembang, 13 Mei 2025
Di bawah pohon-pohon rindang tepi jalan itu, seharusnya berguguran daun lepas, juga ranting yang patah diterpa badai; namun ada juga debu yang tersapu angin. Barangkali lalu-lalang kendaraan sengaja membuka jendelanya dan membuang bungkus permen, puntung rokok, serta plastik di sana-sini. Hari berganti tetapi pemandangan itu tak berakhir dalam kenangan. Setiap kali dibersihkan, orang tak segan menambahkan lebih banyak dari kemarin. Penjaga kebersihan lingkungan melewatinya, sedangkan pemulung memungutinya sebagian saja sekedar pemberat kantong-kantong yang dibawanya pergi ke tukang pengepul rongsokan barang, dijual di sana sebagai penghasilan hari itu.
Masih di antara tanaman perindang itu, sering terselip bungkus rokok, botol plastik kemasan atau kantong-kantong sisa makanan yang tak habis dikunyah, sengaja dibiarkan di situ karena jelas hanya isinya yang mereka peduli, sementara bungkusnya boleh ditinggal agar orang lain tahu bawa mereka pernah makan di situ dan menandainya dengan titik pembuangan, sebuah kebiasaan yang tidak diajarkan di sekolah hidup manapun.
Begitulah masyarakat tidak diajarkan untuk bertanggung jawab atas apa yang dibuang atau ditinggalkan di mana-mana. Mereka bebas di negeri yang subur hijau ini untuk menumpuk warisan sampah kepada generasi yang segera menyusul di belakangnya sebagai pewaris dengan pemandangan tak lebih baik.
Palembang, Mei 2025
PENGANGGURAN DI KANTOR
Sudah beberapa tahun terakhir ini jadwal kerjaku lompat-lompat jam
hingga tak terhitung jadwal bolong-bolong di awal, tengah, bahkan akhir waktu belajar
mula-mula tak perlu di kalkulasi besaran biayanya
cukup mengalir dari hulu ke muara
termasuk hal-hal hal yang tak terduga dan mengganjal
Mungkin terselip di antara tumpukan rencana
namun juga terlintas untuk sempat dibuang saja dengan alasan pengetatan anggaran
meski tanpa ada catatan tambahan masih menyisakan biaya tak terduga yang seharusnya patut diduga.
Orang menyebutnya estimasi biaya pembulatan ke atas agar tak tekor setelah terjadi lonjakan harga pasar, biaya transport dan sederet pungli kecil-kecilan di sepanjang jalan pos kutip berseragam dinas.
Demam bisa terjadi di mana-mana.
Palembnag, 8 Mei 2025
DEMAM
suara menghilang dengan menyisakan sedikit radang di pangkal tenggorok leher yang kering
harus disiram air terus agar tak terjadi radang berkepajangan
terasa suhu badan naik merembet sekujur kulit, juga bau mulut yang terbakar
Liur yang terlempar bersama lapisan dahak tipis-tipis sengaja dibuang
agar tak meracuni udara di kebun
di sudut-sudut ketiak mengucur keringat malas
demam di badan tak mau sembunyi dan meloncat-loncat di jalan pulang.
Palembang, 8 Mei 2025