Rabu, 08 Oktober 2014

KEMARAU TAK BEREMBUN

     Memandang angin dini hari
     terus menunggu kabar uap mengkristal dalam embun
     setinggi pucuk daun dan nyanyi burung di dahan

     Penglihatan yang menerang
     menyibak tirai kemalasan
     dari pembaringan

     semilirnya mengalirkan debu
   

Selasa, 01 April 2014

GUGURAN DEBU

Dibawa angin
sesekali rata
sisanya beterbangan
ke atap rumah
ke pucuk pohon
dan ke tanah lapang

Bukan kemarau yang menyiksa
melainkan getaran magma
dalam suhu tinggi
menghamburkan batu api
asap dan bau bencana

Berlarian nestapa
menuju pengungsian
dan rimba
merana penuh luka

Senin, 17 Maret 2014

LEMBAR SUNYI

Serpihan diam merayap di dinding yang tak ada cicak
juga sarang laba-laba ditinggalkan menggantung pada sudut beraturan
tumpukan kertas masih harus menunggu di atas meja

kumpulan kata-kata dari pikir dan rasa
samadi dalam garis yang rata sisi-sisinya
saling pandang sampai kantuk tiba