Senin, 30 November 2009

RUMAH 2

rumah yang baik
adalah rumah pendidikan
dari sanalah pikir rasa
dan bahasa diasah, diasuh
dengan (k)asih

kenakalan dan kemalasan
kejujuran dan kegelisahan
didialogkan, dikritisi
dengan evaluasi

dan ketika engkau melangkah atau istirahat
pastikan bahwa kaki dan matamu tak saling bertengkar
tentang hidup yang memang berbeda

Selasa, 24 November 2009

DERMAGA 4

Jangan kau pindah dermaga itu ke tengah laut
walau kaukenal lampu pemandu suar di pucuk karang
karena angin dan gelombang akan berubah pada setiap musim

Jangan kaupaksa penumpang menjejali kabin dan geladak
walau mereka sangat ingin segera tiba di seberang
karena tiket keberangkatan menjadi tiket perpisahan pada setiap pelayaran

Jangan kauabaikan nyawa terapung tanpa pelampung
walau sekoci tersedia di lambung dengan dayungnya
karena lelah memandangi permukaan tanpa batas sepi

PUING 2: Buah Kakao yang Jatuh

Di kebun yang luas siapa mau mengawasi sepanjang hari
bila rumput liar tumbuh di sekitar
bila hewan liar menjarah buah ranum di pohon rindang
bila angin menggoyangkan ranting
dan tukang rumput menemukan sisa buah tergeletak di tanah

suatu hari aku memungutnya
suatu hari aku tertangkap mandor mengambil buah kakao jatuh
suatu hari aku meminta maaf atas keberanianku
suatu hari aku bertemu di kantor polisi untuk berdamai tanpa biaya
suatu hari aku divonis hakim atas barang bukti buah kakao
dan suatu hari aku menangis di jalan pulang

Ternyata tanah-tanah itu tidak menjamin kelangsungan hidupku lebih layak
ternyata pohon-pohon itu tidak untuk berteduh saat matahari siang
ternyata orang-orang itu tidak lebih arif dari petani

Senin, 09 November 2009

DERMAGA 3

Masih terasa deru mesin saat bersandar subuh hari
udara pengap lambung kapal terbuka perlahan sampai menyentuh landasan

orang-orang berlarian mengejar angkutan ke kota selanjutnya
sampai benar-benar mengambang di permukaan air kecoklatan

Nakhoda pulang musim pelayaran tanpa kawalan
dengan catatan perjalanan dan jadwal keberangkatan

laut yang menyiratkan jalan hidup gelombang
selalu dibacanya dalam ruang kemudi di anjungan

lampu-lampu, sirine, matahari dan bintang adalah doa
dan berharap pada suar menuntun arah kemudi di buritan

Senin, 02 November 2009

CICAK ITU REPLIKA BUAYA JUGA

Menjelang senja bayang-bayang mengabur di dinding rumah
lampu yang seharusnya menerangi sudut bangunan tua itu tertutup sarang laba-laba
Beberapa anak cicak berkejaran menjauhi terang
sedang induknya bercakap dengan sakti prabu Anglingdarma

"Tuan raja, di antara anak-anak saya ini mana yang paling layak menggantikan komandan balatentara cicak?"
"Wah, jangan bertanya soal itu dulu, nanti istri saya marah besar," katanya
"Baiklah, Tuan, tolong bisikkan kepada permaisuri bahwa kami bercita-cita menjadi buaya."
Sebelum sang raja menjawab, kawanan cicak itu menggambar buaya dari bayang-bayangnya sendiri di bawah lampu lalu menjatuhkan ekornya ke lantai

Tak ada yang tahu maksudnya,
gambar itu dibiarkannya melekat di dinding
sampai arus pendek membara keluar dari kepengapan malam