Menjelang senja bayang-bayang mengabur di dinding rumah
lampu yang seharusnya menerangi sudut bangunan tua itu tertutup sarang laba-laba
Beberapa anak cicak berkejaran menjauhi terang
sedang induknya bercakap dengan sakti prabu Anglingdarma
"Tuan raja, di antara anak-anak saya ini mana yang paling layak menggantikan komandan balatentara cicak?"
"Wah, jangan bertanya soal itu dulu, nanti istri saya marah besar," katanya
"Baiklah, Tuan, tolong bisikkan kepada permaisuri bahwa kami bercita-cita menjadi buaya."
Sebelum sang raja menjawab, kawanan cicak itu menggambar buaya dari bayang-bayangnya sendiri di bawah lampu lalu menjatuhkan ekornya ke lantai
Tak ada yang tahu maksudnya,
gambar itu dibiarkannya melekat di dinding
sampai arus pendek membara keluar dari kepengapan malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar