Senin, 14 September 2009

PERKENALAN

Nama adalah nada pembuka yang identik dengan ringtone
begitu diperdengarkan sebagai lagu kepribadian merdeka

Mata adalah pandangan pertama yang identik dengan panorama
begitu difokuskan sebagai lagu kepribadian merdeka

Mulut adalah kata pertama yang identik dengan suara
begitu digunakan sebagai lagu kepribadian merdeka

Telinga adalah angin pertama yang identik dengan udara
begitu diperhatikan sebagai lagu kepribadian merdeka

dan kita adalah manusia pertama yang identik dengan perintis
begitu dipertemukan sebagai lagu kepribadian merdeka

Jumat, 11 September 2009

KERAK BUMI

tak ada yang menyangkal tentang kerak
selalu berada pada lapis paling bawah
tertumpuk-tumpuk, membatu, hangus, dan
menahan beban selama ini
(bagaimana bisa bernafas sebentar saja)
lalu, kalau kerak itu gatal, menggeliat, ingin bergeser posisi, bahkan tukar posisi

dalam pemahaman geografi
gempa itu dibedakan menjadi: tektonik, vulkanik, dan dislokasi
efek getarnya membawa kepanikan, kerusakan, gelombang pasang, longsor,
dan nyawa terkubur
tapi, kita perlu peta kepastian: siapa dan bagaimana selanjutnya
bencana itu berulang di lempeng negeri

PESAWAT ITU JATUH

Suara mesin menggetarkan permukaan tanah,
landas pacu yang dibuat berlapis-lapis batu
dengan gulungan roda pendarat mencengkeram baja
udara hangus seketika

Jarak pandang yang mungkin tak bersahabat di depan
tersimpan dalam panel indikator radar, tujuan akhir, jalur lintasan,
komunikasi stasiun kontrol, dan prosedur standar penerbangan
memandu navigator membaca tanda.

Selalu ada yang tak terbaca di sana
mengaburkan kewajaran gerak perhitungan
skala jarak
dan waktu.

Sederet tanda tanya dilacak
dalam kotak hitam
rekaman kontak terakhir
dari sisa perjalanan semestinya.

Tak ada keraguan lagi
dalam pikiran kita
bahwa pesawat itu tak mampu terbang lama
terlalu tinggi atau terlalu jauh.