Jalan setapak itu mengantarmu ke pelataran
batu-batu tak bersusun
rongga pengap cerita lampau
samadi pada jari menyatu
Matahari sudah lama tidur
tapi engkau masih ingin menatapnya
saat udara bergetar
dan kabut samar-samar dalam pandangan
Lalu penunggang kuda yang gagah
turun menghampiri pintu
memburu bayangan
Sebelum menghilang
masih terbaca lambaian tangannya
peperangan belum selesai, Nyai
November 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar