Jalan itu semakin lebar menuju sunyi,
ruasnya berpuluh jarak, tak berhenti barang sejenak pun,
suara-suara berlayar menyusuri gelombang,
di atas langit matahari menebarkan bara,
jiwanya menyala, sukmanya kembara.
Pada pohon yang tua, bergantung tangan yang panjang,
mengibaskan sunyi dari hari-hari panjang,
yang dipergunjingkan orang banyak,
tak sempat dipilah dan dipilih,
berserak di halaman.
Kuda-kuda itu berlari menuju sunyi,
dengan penunggang pacu sesepi angin,
sampai garis depan.
Februari 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar