Negeriku yang rimba
menutup wajah bencana
tak bergelak
tak sembilu
tak surut
Kerling fajar
meneteskan embun dahaga kita
di atas kabut ini
debar hati sangat dipaksakan
sembunyi
Kalau nyalimu tak menyala
tentu banyak perjalanan tertunda
dan itu dekat dengan kecemasan
untuk segera bercerita kembali
pada langit yang sama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar