Kamis, 15 April 2010

LAGU BANJIR

Ratap air yang meninggi
terasa membenamkan harap
tinggal lampu tak bertenaga
menghubungkan gang demi gang

Dengan mainan perahu yang dipegangnya
seorang anak menyeberang pagar berjingkat
nenek terbaring dalam genangan yang terlanjur datang
mungkin masih sempat mengeluh sebelum ajal menjemput, pikirnya

Langit yang tak ambil peduli lagi
tentang ramalan cuaca yang kumuh oleh polusi
dan keserakahan musim menggeser musim berikutnya

Tanah yang tak sanggup menyerap limpahan air
bergelimpangan ke lembah
dan air kekal mengalir ke sana

Tidak ada komentar: