Pelataran yang melindungi angin dan dingin
menjadi persinggahan untuk kita berkemah
malam-malam kau cerita sebelum terlelap
di tangan terseduh secangkir kopi
Bukan pertama kau ceritakan perjalanan itu
tapi entah kenapa sering tergoda mendengarkan cerita yang sama
pada musim yang lelah dan kantuk
tapi udara di luar menggetarkan dingin yang semakin larut
Walau kaupejamkan mata sebisanya
geliat tubuhmu memburu nafas reda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar