Harus jatuh ke bumi tanah kita,
untaian jarumnya menyisir udara kotaku
seperti hari-hari kemarin yang tak reda
dalam sekejap
Bukankah uap tak hanya air?
selalu ada yang mengikutimu ke mana perginya
dengan lengkung pelangi berlapis warna
pertanda matahari tak sampai di sana
Tinggallah satu bidadari kebingungan
di kolam pemandian mencari selendang
dari balik pohon sorot mata itu
selalu tertuju padanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar