Selasa, 24 Maret 2009

POHON JAMBU DI PEKARANGAN RUMAH

Di depan pagar ada pohon jambu
tumbuh begitu saja karena luapan air selokan
aku sempat memangkasnya takut tak punya tanah bermain
hampir semua biji yang tersangkut di jerambah kayu itu berakar liar
di antara rumputan
cangkul dan parang kehilangan tangkai
setiap tebasan di tanah berkelit pada timbunan batu-batu
yang terkikis hujan di jalan
pada musim buah yang ranum
anak-anak sekolah selalu melempar jambu saat berjalan pulang
tak penting dapat mentah atau masak segera digigitnya dengan lahap
usia mereka memang suka berebut apa saja sebagai bentuk perjuangan
sekaligus keakraban di antara sebayanya
Kalau kebetulan didapatinya aku sedang mengambil buah yang jatuh
mereka ramah meminta jatah dalam antrean
walau kadang tinggal separuh sisa gigitan kelelawar malam sebelumnya
dan itu berarti bibit tanaman baru segera muncul di tempat jatuh
menyusup daun rumput, dipindahkan oleh semut yang mencium aromanya
anakku selalu menjerit ketika menginjak tanah
semut-semut itu tak mau diganggu jalannya
walau begitu pekarangan rumahku jadi teduh
daun-daun gugur berserak kubakar saat senja
dan esok pagi tanah subur kembali oleh embunmu jua

Tidak ada komentar: