Selasa, 31 Maret 2009

TANGGUL

Terkikis sudah tanah yang terendam hujan
berguguran atap rumah diterjang lidah air situ
mengapa warisan itu tak terbaca dalam daftar cuaca pagi?
ketika banyak orang masih terlelap dan kokok ayam belum nyaring
tapi siapa di sini empunya tanggul berlumpur sampah musim libur
jalan yang berliku izin dan tanda tangan
hanyut ke lurah-lurah kepedihan
bumiku yang semakin panas
menggerutu di gerbang kota
nantikan lagi bangunan itu kokoh kembali
sesudah percakapan panjang di posko bantuan

Tidak ada komentar: