Ketika manusia Tarzan dinyatakan terampil bergelayutan pada akar atau batang pohon yang menjulur di seantero hutan larangan, tak ada yang protes siapa gurunya. Dunianya adalah rumah tinggal dan sekolah alam yang tergantung cuaca.
Lalu kota-kota tumbuh dengan gedung-gedung pencakar udara, berkembang dengan cor semen bertulang besi menjulang. Mereka saling bersaing dari waktu ke waktu siapa bisa mengalahkan ketinggian dan kemegahannya. Anggaran digelontorkan untuk menopang popularitas, tata ruang disetting sedemikian rupa untuk pemerolehan devisa dan pencitraan. Tanah-tanah ditembusi dengan mata-mata bor teknologi. Jalan-jalan ditingkatkan risiko terburuknya.
Dan orang-orang terus berpikir melewatinya, memburu waktu, memburu harta, dan memburu kebisingan.
Dan orang-orang terus berpikir melewatinya, memburu waktu, memburu harta, dan memburu kebisingan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar