Rabu, 22 Oktober 2008

DALAM KOTA

Seliweran angkot menerobos lampu-lampu
tak mampu berdebat dengan polisi
pelanggaran telah menyatu dengan keseharian
dan penumpang menggerutu sambil lalu

Dari jendela mobil yang terbuka
berhamburan sampah ke jalan raya
hampir saja terkena muka
pengendara motor di jalur kiri

Mamang becak mengantar langganan
melintas di jalur cepat
terseret bus kota ugal-ugalan
tabrak lari tanpa permisi

Malam-malam di larut tidur
percakapan begitu jelas
brankas dikuras dengan las
betapa gelisah udara bernapas

Oktober 2008

Tidak ada komentar: