Tiap musim sekolah libur
kami sempatkan menghirup udara segar
di kaki-kaki gunung
dengan anak-anak yang rindu pada cakrawala
Mereka yang membawa angan-angan kota
akan bercerita saat kembali pada buku-buku
bahwa masyarakat dan lingkungan yang mereka saksikan di sana
lebih kenal matahari dan kabut sebelum badai
Geliat embun dan bunga-bunga
adalah nafas keseharian sebelum jam kerja dimulai
mereka berbaris menapaki batu-batu dan menyibak daun-daun
sampai mobil pengepul menjemput untuk minum teh
Bila langit telah jernih
tempat berteduh di hutan-hutan pun mendesahkan kepenatan
tenda yang kita bangun lelap tertidur ditinggalkan matahari
Oktober 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar