Meski harus kredit bertahun-tahun
dan ketekunan membayar cicil
akhirnya kami menikah dan membangun rumah
tak tersedia halaman hanya teras
agar terhindar dari pias hujan, debu jalan, dan terik matahari
luar pagar sudah jalan gang kampung yang ruasnya sengaja tak disemen
agar tanah masih bisa bernapas
rumput tumbuh terbatas, dan pohon peneduh dapat dirawat
jauh berbeda dengan rumah sebelah yang menutup tanah dengan lapisan semen
sehingga air sering berlari ke tempat lain padahal selokan tak sanggup menerimanya
tanaman bertingkat di atas pot hias tapi mereka sangat tergantung pada pemiliknya
deretan rumah yang seperti menyambung dalam satu blok
adalah gambaran kepadatan penduduk kotaku
kompleks yang dulu masih jarang
kini tumbuh setiap petak sepanjang tahun
rumah jadi sasaran bisnis property yang menjaring manusia
tapi juga keuntungan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar